Berharap Idealis Arogan and Membosankan
Posted By ihatemycountry on January 17, 2009
Dalam bahasa pemograman, maksudnya “<>” adalah “tidak sama dengan”. Jadi aku menginginkan pengertian idealis itu adalah tidak selalu sama dengan Arogan atau tidak sama dengan membosankan. Karena selama ini yang aku tau orang yang idealis adalah orang yang arogan dan membosankan. Mau menang sendiri dan dia gak sadar bahwasannya dia itu menyebalkan.
Gondok rasanya bila mendapatkan teman kita, atau dalam konteks aku ini adalah teman kantor atau bahkan bos kantor kita ternyata orang nya mau menang sendiri. Kadang dia hanya melihat kesempurnaan menurut versi dia aja. Kalo menurut dia belum oke ya belum oke. Kalo menurut dia belum sempurna kerjaan itu, ya belum sempurna. Padahal kita sendiri udah berusaha melakukan semuanya dengan baik. Pokoknya kalo bisa kerjaan kita itu jangan ada cacatnya. Padahal dia sendiri belum tentu bagus pekerjaannya.Giliran dapet insentif atau bonus atas suatu pekerjaan, secara arogan dia yang mengambil bonus tersebut, padahal kita yang ngerjain pekerjaan itu.
Ntah dia orangnya memang idealis perfeksionis atau orangnya hanya gemar mencari muka untuk atasannya. Ntahlah, bodo amat. Gak mau ambil pusing. Biarlah dia berkreasi dengan tingkah lakunya.
Eniwe, kalo idealisme pemerintah kita bagaimana yak? Sama aja coi! AROGAN, MAU MENANG SENDIRI, NARSIS ABIS. Pada gak mau kalah lah semuanya.
Contoh paling anyar adalah Iklan Partai Golkar dan Partai Demokrat di Teve. Dua-duanya saling meng-klaim dialah yang meningkatkan taraf pendidikan, mengurangi pengangguran, pelopor perdamaian di Indonesia, meningkatkan produksi pertanian dan bla….bla….bla….
Arrrggghhhhh….Capek deh!
Lucunya lagi, iklan Partai Demokrat yang terbaru dengan bangganya menyebutkan bahwa pada masa pemerintahan SBY lah harga minyak turun sebanyak 3 kali. Ketawa aku melihat iklan mereka ini. 3 kali dari Hongkong!? Turunnya pun cuman gopek sekali turun. Jadi total cuman 1.500 aja kok bangga kali sih. Gak ingat apa waktu sekali naik berapa harganya? Mana harga kebutuhan lain belum ikutan turun semuanya, apalagi ongkos angkutan kota. Naik tarif semangat nya minta ampun, tapi sekali harus turun tarif beratnya nauzubilah… hu-uh.
Pada gak mau kalah kan?
Dan mereka gak pernah sadar bahwasannya pernyataan-pernyataan mereka itu GAK PERNAH TEREALISASI.
Titik.



Comments
Leave a Reply